Kamis, 09 Desember 2010

Punya penghasilan tetap, punya usaha dan makmur, bisa? Part 1

Menjadi Karyawan adalah suatu kebanggaan bagi kita semua, itu berarti bagi sebagian besar orang adalah pengakuan akan status "bekerja". Menjadi Karyawan berarti turut peran serta dalam menyumbangkan ide, semangat, aktualisasi dalam masyarakat kecil yang dinamakan organisasi. Dengan peran sebagai Karyawan, Perusahaan diharapkan akan semakin bertumbuh, besar, dikenal dan pada akhirnya turut dapat menyebarkan kemakmuran bagi masyarakat dan negara.

Menjadi Karyawan juga berarti "RahmatNya" sehingga kita dapat turut berpartisispasi mengambil peran masing-masing untuk kemajuan bersama. Rahmat dari Nya tersebut sudah seharusnya kita jaga karena dengan menjadi Karyawan kita mendapatkan ketenangan dalam memperoleh penghasilan yang sudah pasti tetap. Oleh sebab itulah, tugas kita untuk menjaga dan syukur atas rahmatNya sehingga diberikan penghidupan dengan penghasilan tetap tersebut sebagi Karyawan.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, seringkali kita melihat bahwa penghidupan yang kita terima sebagai Karyawan kok kelihatannya tidak mencukupi seiring dengan bertambahnya keluarga dan faktor-faktor tuntutan lain misal pndidikan, perumahan, kesehatan dan hal-hal lain yang terus bergerak. Lalu, kemudian kita mempertanyakan status kita sebagai Karyawan yang seolah-olah tidak dapat mengakomodir tuntutan kebutuhan tersebut, padahal sebenarnya Allah telah memberikan rahmatNya dengan memberikan kita pekerjaan sebagai Karyawan.

Benar, Allah Tuhan kita telah memberikan RahmatNya dengan kita bekerja sebagai Karyawan di suatu Perusahaan, namun tuntutan kebutuhan-kebutuhan tersebut pada intinya adalah  sinyal adanya suatu "Pergerakan". Tidak mungkin manusia statis disatu kondisi dan tidak berubah menuju kehidupan yang lebih baik, melalui sinyal "Pergerakan" yang disampaikan oleh Allah Tuhan kita melalui adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut itu  berarti bahwa Dia juga menginginkan kita untuk bergerak menuju kehidupan yang lebih baik. Disaat seperti itulah, kita menyadari bahwa sebagai Karyawan yang statis saja kadang tidak cukup, harus ada pergerakan-pergerakan lain untuk berubah.

Beberapa dari kita ada yang menyikap dengan berkarir walaupun dengan persaingan tinggi dan ketat, pindah bekerja ke Perusahaan lain. Ada juga yang menyikapi dengan mencari "kehidupan" lain diluar kehidupan sebagai karyawan pada saat selesai jam kerja. Mencari tambahan, dengan berbisnis atau bekerja dilain tempat sepulang jam kerja.

Apapun yang kita lakukan dalam "pergerakan" ini, satu hal yang teramat penting harus kita sadari adalah bahwa jangan pernah memutus rantai rizki yang telah Allah berikan kepada kita sebagai karyawan sampai saat ini terkecuali  kondisi external yang tidak dapat kita cegah, semisal Perusahaan bangkrut, PHK karena hal tersebut adalah diluar kemampuan kita dan merupakan hal yang tidak dapat kita tolak, namun hal tersebut pasti mempunyai hikmah didalamnya.

Menjadi Karyawan adalah suatu Rahmat, jangan pernah kita memutuskan rantai Rizki dari Allah dengan keluar sebagai Karyawan dengan alasan ingin berbisnis/berusaha sebelum bisnis/usaha Anda sukses. Adapun pergerakan kebutuhan-kebutuhan sudah sepatutnya kita jemput  dengan berusaha sebagai jalan bagi kita untuk berkembang. Mencari dalam arti menjemput yang lain yang sudah ada bagi kita namun dengan tidak meninggalkan yang ada saat ini sebagai karyawan tentunya, lakukan diluar jam kerja sebagai Karyawan. Saya pribadi pernah mengalami hal dimana dengan "kesombongan" bahwa saya pasti akan bisa dengan berbisnis/berusaha dan dengan alasan ingin "fokus", saya keluar dari pekerjaan bahkan sebelum bisnis/usaha tersebut dijalankan dan bisnis tersebut tidak seperti yang saya harapkan...hal tersebut tidak hanya sekali terjadi. Anda harus mempunyai mental yang kuat untuk menanggung semua itu.

 Benang merah yang saya dapat dari itu semua adalah, jangan pernah memutuskan rizki yang Anda dapat sebagai Karyawan pada saat ini sebelum bisnis/usaha Anda berkembang sesuai harapan Anda. Lakukan saja bisnis/usaha Anda namun diuar jam-jam kerja sebagai Karyawan (pulang kerja, hari libur,dll). Ini berarti kita mensyukuri nikmat saat ini sebagai Karyawan, sisi lain kita terus bergerak untuk berkembang sesuai dengan yang kita inginkan.

Bagaimana dapat, kita menjalankan usaha diluar jam kerja dengan waktu yang sangat terbatas? Mhn tunggu tulisan berikutnya di Part 2...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar